REVIEW KAWASAKI W175

Desain

Dari sisi desain, Kawasaki W175 memang tidak terbantahkan. Gayanya begitu klasik, seperti motor lansiran 70an. Saran kami, bila tertarik sekalian saja beli varian special edition yang bedanya cuma Rp 1 juta dibanding standar. Pilihan warnanya lebih banyak: metallic spark black, new silver dan metallic matte covert green. Sosoknya juga lebih elegan lewat kemunculan detail sirip mesin warna stainless steel, panel instrumen beraksen krom, jok dengan pola jahitan keren dan knee grip di tangki bensin.

IMG_20180923_171655

Secara keseluruhan, detail desainnya patut diacungi jempol. Kekurangannya cuma di spion yang terkesan murah dan panel instrumen tanpa indikator bensin. Minus terakhir ini cukup krusial, lantaran pengendara jadi tidak bisa melihat volume bahan bakar dengan mudah saat perjalanan.

Impresi Berkendara

Impresi menunggangi W175, motor ini terasa ringan dan lincah. Kaki juga sangat mudah menapak ke aspal untuk pengendara dengan tinggi 165 cm sekalipun. Hanya saja posisi stang kurang tinggi, sehingga tubuh harus sedikit menunduk saat berkendara.

Saat tombol electric starter (tidak ada kick starter) ditekan, getaran mesin terasa minim. Pedal gas diputar, jantung mekanis 177 cc SOHC satu silinder miliknya langsung merespons baik. Kami bahkan mudah mencapai kecepatan 100 Kpj saat melaju di jalan lurus. Perpindahan gigi transmisinya juga mulus dan kopling ringan. Sayangnya, semua itu membuat karakter jadul khas motor retro kurang terasa.

berat total w175 ini 126kg dan bobot kemudi yang pas, menjadikan motor ini mudah dikendalikan. Kekurangannya, rem cakram depan kurang presisi untuk menghentikan motor dengan baik. Anehnya, rem belakang tromol miliknya justru terasa lebih baik. Walau Anda harus berhati-hati bila menekan rem belakang terlalu dalam saat kecepatan tinggi. Efeknya roda belakang bisa terkunci dan tergelincir lantaran Kawasaki belum membekali dengan sistem keselamatan anti-lock braking system (ABS).

Fitur Minim

Sebagai motor retro entry level Kawasaki, adik Estrella atau W250 ini, memang tanpa fitur modern sama sekali. Sistem pencahayaan masih bohlam di setiap lampu, panel instrumen analog. Ban depan berukuran 80/100-17 dan belakang 100/90-17 masih jenis tube type. Penyemprotan bahan bakar sekalipun, geng hijau mempercayakan karburator, bukan injeksi.

 

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started